Tuesday, June 30, 2009

Tips Membeli Baju Bayi

Pakaian, kain yang menutupi bagian tubuh. Mungkin Anda berpikir, selama ini Anda tak pernah memiliki masalah dengan membeli pakaian apa pun. Mungkin hanya sedikit masalah, kekecilan atau kebesaran, lalu apa bedanya dengan pakaian bayi? Perlu Anda ketahui, bahwa ketika Anda salah memilih pakaian bayi, Anda juga bertaruh pada kesehatan bayi Anda.

Dr. Rini Sekartini Sp.AK., dokter spesialis anak pada Bagian Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSUPN Cipto Mangungkusumo menyatakan, bahwa ketika lahir, kulit bayi sangat tipis. Bahkan tak jarang seperti bisa terlihat bagian urat-uratnya. Pada bayi hingga usia 1 tahun, lapisan epidermis (bagian kulit terluar) 20-30 persen lebih tipis dibandingkan orang dewasa. Karena pertahanan di permukaan kulit belum sempurna, penyerapan iritan dari luar lebih mudah terjadi, dan ini bisa mengganggu organ bagian dalam tubuh si anak. Apalagi sistem imun bayi pun masih belum sempurna, maka harus diperhatikan bahan-bahan apa yang menyentuh kulit bayi. Kulit bayi masih sangat tipis, dan belum ada lapisan lemak tebal seperti orang dewasa. Sehingga, ketika orang dewasa terkena gesekan, mereka tak masalah, namun ketika kulit bayi tergesek, mereka gampang luka dan iritasi. Sesuatu yang tak memiliki efek berarti pada kulit sensitif orang dewasa, pada kulit bayi memiliki efek yang besar.

Dr. Rini juga menyatakan, bahwa ada 2 faktor utama yang perlu diperhatikan dalam hal memilih pakaian atau busana bagi bayi dan anak kita, yaitu aman dan nyaman. Aman dalam arti tidak membahayakan, dilihat dari materi bahan pakaian yang digunakan. Bahan yang terbaik adalah katun, karena menyerap keringat. Tidak luntur karena proses pewarnaan yang kurang tepat. Lalu tidak menimbulkan rasa gatal atau alergi di kulit. Minimalkan penggunaan aksesoris pakaian, jangan sampai membahayakan tubuh.

Sementara dalam kenyamanan, perhatikan sirkulasi udara pakaian, agar tak terlalu ketat pada tubuh anak, berbahan lembut, juga mudah menyerap keringat. Jangan abaikan pula model pakaian untuk anak. Usahakan untuk memilih pakaian bayi yang modelnya sederhana dan mudah dikenakan.

Umumnya para ibu hanya menggesekkan kain untuk mengecek apakah kain cukup lembut atau tidak. Padahal kelembutan pakaian tak selalu menjadi satu-satunya faktor yang perlu diperhatikan saat membeli baju anak. Ada faktor pendukung lain, misalnya zat pewarna yang bisa saja luntur tanpa disadari ketika si kecil berkeringat. Zat pewarna tadi bisa dengan mudahnya masuk ke dalam tubuh bayi, baik melalui kulit maupun melalui mulut. Lalu, ada pula zat pada kaus yang bisa terhirup si kecil yang bisa mengganggu pernapasannya. Penting untuk para orangtua mengecek dan memastikan bahwa pakaian yang akan dikenakan pada bayi itu sudah memenuhi standar yang baik untuk pakaian anak-anak. Contohnya, merek pakaian Velvet Junior, pakaian bayi dan anak produksi lokal, yang baru-baru ini mendapatkan sertifikasi standar internasional Oeko Tex Standard 100 kelas 1. Uji standar internasional semacam ini penting untuk memastikan bahwa pakaian yang akan dikenakan anak-anak aman dan nyaman.

Tips membeli baju bayi:
1. Jangan beli dalam jumlah banyak di muka
Ketika Anda akan membeli persediaan pakaian untuk bayi saat mendekati hari kelahiran, usahakan membeli dengan jumlah cukup. Dalam artian, tak terlalu banyak, tak juga sedikit. Belilah dengan warna ‘aman’ atau netral. Karena Anda tak tahu pasti jenis kelamin, dan warna apa yang kira-kira pas dengannya hingga hari lahirnya, kan? Percayalah, Anda pun akan perlu alasan untuk membeli baju lagi di mal. Anda akan butuh hari libur untuk bisa jalan-jalan, bertemu ibu baru lain, mendengar anak bayi lain menangis.

2. Pikirkan kepraktisan
Tak ada alasan Anda harus membeli pakaian bayi bermerek dan berharga mahal di awal-awal kelahirannya. Bayi baru lahir akan berkembang sangat cepat. Mungkin baju-baju bayinya hanya sempat dipakai beberapa kali saja. Kebanyakan waktu, si bayi hanya akan berbaring, plus mereka akan sering buang air. Belilah pakaian dasar bayi dari produsen yang terpercaya kualitasnya dengan harga masuk akal dengan jumlah secukupnya. Lihat apakah si bayi nyaman mengenakannya, dan perhatikan tanda-tanda alergi. Lagipula, Anda mungkin akan menerima baju bayi bermerek sebagai hadiah dari teman atau saudara.

3. Ukuran
Seperti kita tahu, bayi tumbuh dengan cepatnya. Ukuran-ukuran baju pun macam-macam. Biasanya ukurannya bertuliskan, “new born”, 3 bulan, 6 bulan, 9 bulan, 12 bulan, 18 bulan, 24 bulan, dan lainnya. Bahkan ada yang memberikan kisaran, misal 3-6 bulan. Untuk permulaan, Anda bisa membeli baju dengan ukuran untuk new born, lalu karena si kecil akan tumbuh cepat, Anda bisa membeli yang berukuran lebih besar. Agar Anda tak perlu membuang-buang uang untuk pakaian saja.

4. Kenyamanan
Kenyamanan sangat penting bagi bayi, juga untuk si ibu. Agar si kecil tidak repot dengan berbagai macam potongan baju dan agar mudah dipakaikan, belilah yang potongannya ‘normal’. Ada banyak pilihan pengait baju, dari kancing, velcro, risleting, dan sebagainya. Sebaiknya pilih pakaian bayi dengan pengait kancing jepret atau risleting. Karena kancing kait berpotensi tertelan, sementara velcro berpotensi mudah terbuka. Hindari pengait yang terletak di bagian punggung. Karena bayi akan lebih sering tertidur, sehingga pengait di belakang hanya akan mengganggunya. Anda juga akan butuh pakaian yang memberikan kemudahan akses untuk membuka popok. Belilah beberapa pakaian dengan bukaan di bagian bawah perut.

5. Yang perawatannya mudah
Perhatikan pula bahan yang dibeli. Meski gaun terlihat lucu pada anak-anak, namun gaun dari bahan tulle hanya akan membuat si kecil teriritasi. Pilih katun, mudah dicuci sendiri dan lebih berguna.

Selengkapnya...

Saturday, June 13, 2009

Menegangkan!!!! GP Catalunya, Spanyol antara Valentino Rossi dan Jorge Lorenzo

Ditengah telah berakhirnya liga-liga sepakbola eropa yang menarik dan juga Liga Super Indonesia, kecuali Copa Dji Sam Soe yang masih menyisakan babak 8 besar ternyata masih ada pertarungan yang menarik di balapan Moto GP Catalunya Spanyol, malam tadi (Minggu, tanggal 15 Juni 2009) yang dimulai pukul 18.00 WITA di Trans7.

Jam 18.30 cek di Trans7, ternyata masih GP ngobrol-ngobrol tuh presenter. Akhirnya mandi dulu terus makan. Kira-kira jam 20.00 an WITA dah mau mulai tuh MotoGP. Masih tetap berharap jagoanku, Jorge Lorenzo, bisa memenangkan GP yang berlangsung di Circuit de Catalunya, Spanyol, tuan rumah sendiri. Jorge Lorenzo memakai helm berlogo klub Sepakbola Barcelona berharap bisa mengikuti sukses Barcelona yang mendapat treble winner

Pertarungan dimulai, baru lap ke-3 Rossi sudah memimpin balapan. Di trek yang panjang 4 km lebih ini, Yuki Takahashi tergelincir dari motornya di lap ke-3. Pebalap tim Honda Scot ini tak bisa melanjutkan balapan. Namun pada lap ke-10 giliran Lorenzo yang mengambil alih pimpinan balapan. Tak pelak, sekitar 80 ribu penonton bersorak-sorai memberi dukungan kepada local hero, Lorenzo.

Rossi semakin panas dan balapan mulai menarik. Malah sesekali ia coba menyejajarkan dengan Lorenzo sebelum masuk tikungan pertama. Terkadang ia coba memancing rekannya itu dengan melakukan menuver dari sisi dalam sebelum masuk tikungan, namun Lorenzo tidak terpancing.
Nasib sial juga dialami Toni Elias. Pebalap tim Honda Gresini ini terlempar dari motornya akibat menikung terlalu miring. Kejadiannya berlangsung di lap 10.

Adegan salip-menyalip kedua pebalap Yamaha ini dipertontonkan jelang dua lap terakhir. Sekali lagi, Rossi yang memiliki mental juara dan kaya pengalaman, akhirnya berhasil melesat duluan ke luar tikungan terakhir. The Doctor menempuh waktu 43 menit 11,897 detik untuk 25 lap balapan. Dengan kemenangan ini, Rossi yang sebelumnya menduduki peringkat ketiga dengan 81 angka, kini mengumpulkan total 106 angka. Sementara pebalap tuan rumah Jorge Lorenzo harus puas finish kedua. Meski sudah tampil maksimal, ia masih harus mengakui kehebatan Rossi yang unggul pengalaman dan jam terbang. Lorenzo boleh kecewa, Namun finish kedua suatu prestasi yang luar biasa. Dan pendukungnya memberi tepuk tangan yang meriah. Kini ia mengumpulkan angka sama 106 bersama Casey Stoner yang finish ketiga.

Ahhhh..... tragis memang bagi Lorenzo, disalip di tikungan terakhir menjelang finish!!! Menurut saya, ini adalah salah satu adegan balap paling menarik musim ini. Menegangkan hingga detik-detik terakhir.

Berikut ini adalah hasil GP Catalunya Spanyol, minggu 15 Juni 2009
1 Valentino Rossi Yamaha 43:11.897
2 Jorge Lorenzo Yamaha 0.095
3 Casey Stoner Ducati 8.884
4 Andrea Dovizioso Honda 8.936
5 Loris Capirossi Suzuki 19.831
6 Daniel Pedrosa Honda 22.182
7 Colin Edwards Yamaha 23.547
8 Randy de Puniet Honda 25.265
9 Mika Kallio Ducati 31.797
10 Nicky Hayden Ducati 33.593
11 Chris Vermeulen Suzuki 36.683
12 Alex de Angelis Honda 36.874
13 James Toseland Yamaha 39.433
14 Marco Melandri Kawasaki 44.788
15 Sete Gibernau Ducati 46.754
16 Niccolò Canepa Ducati 55.873
17 Gábor Talmácsi Honda 1:27.640

Tidak finish:

- Toni Elías Honda Lap 9 Crash
- Yuki Takahashi Honda 0 Crash

Ayo Jorge Lorenzo... Balas kekalahanmu di balapan selanjutnya yang berlangsung di Assen Belanda.




Selengkapnya...

Wednesday, June 10, 2009

Motivasi Kerja

Dalam suatu lingkungan kerja, salah satu aspek yang sangat berpengaruh terhadap tujuan instansi/perusahaan adalah motivasi kerja dari sumber daya manusia yang ada dalam lingkungan kerja tersebut.

Motivasi adalah suatu variabel perantara yang digunakan untuk menerangkan faktor-faktor dalam diri individu, yang dapat membangkitkan, mempertahankan dan menyalurkan tingkah laku ke arah suatu tujuan tertentu (J.P. Chaplin). Motivasi berhubungan dengan kekuatan (dorongan) yang berada dalam diri manusia. Sehingga motivasi kerja menunjuk pada kondisi-kondisi (di dalam dan di luar individu) yang menyebabkan adanya keragaman dalam intensitas, kualitas, arah, dan lamanya perilaku kerja. Bila mutu kerja seorang pegawai tidak memuaskan, perlu dicari kepastian apakah itu disebabkan oleh kurangnya pengetahuan kerja atau persepsinya yang kurang tepat atau kurangnya motivasi, atau ketiganya.

Ada 3 teori yang berhubungan dengan motivasi kerja, yaitu :
1. Teori Pengharapan
Menurut teori pengharapan, orang akan termotivasi dengan baik bila ada peluang untuk mendapatkan insentif sehingga besar kecilnya motivasi kerja tergantung pada insentif pada masing-masing individu. Terdapat 3 konsep penting terkait dengan teori ini, yaitu :
• Nilai
Setiap bentuk insentif punya nilai positif atau negatif bagi seseorang. Juga apakah nilai itu besar atau kecil bagi seseorang.
• Instrumentalitas
Adanya hubungan antara pekerjaan yang harus dilakukan dengan harapan yang dimiliki. Jadi jika pekerjaan dilihat bisa merupakan alat untuk mendapatkan apa yang diharapkan timbullah motivasi kerja.
• Pengharapan
Persepsi tentang besarnya kemungkinan keberhasilan mencapai tujuan/hasil kerja.
Ada 3 macam insentif, yaitu insentif materiil (penghargaan yang tangible seperti bantuan keuangan dan tugas tambahan yang lebih sedikit), insentif solidaritas (penghargaan dari organisasi dan rekan sejawatnya) dan insentif sesuai dengan tujuan organisasi (misalnya kesempatan untuk menumbuh kembangkan pengetahuannya).

2. Teori Keseimbangan
Orang cenderung akan membandingkan insentif atau reward yang diperolehnya dengan insentif yang diterima oleh orang lain yang mempunyai beban kerja yang serupa. Bila besarnya insentif antara dua orang itu sama, maka akan muncul motivasi kerja. Bila lebih kecil maka akan timbul rasa kecewa yang kemudian mengurangi motivasinya untuk bekerja dengan baik. Bila salah seorang menerima lebih banyak, maka dia akan ter-motivasi lebih kuat. Teori keseimbangan ini menyatakan bahwa orang cenderung untuk selalu melihat rasio antara beban kerja (effort) dengan penghargaan yang diterima-nya. Bila seimbang antara keduanya maka orang akan merasa puas, bila sebaliknya akan merasa tidak puas atau kecewa. Akibat selanjutnya ada-lah menurunnya motivasi kerja.

3. Teori Penentuan Tujuan
Memberi tujuan tugas yang jelas akan lebih memotivasi daripada hanya sekedar mengatakan “Kerjakan dengan sebaik-baiknya”, padahal tujuan yang harus dicapai tidak jelas. Penentuan tujuan yang jelas merupakan kepemimpinan tersendiri. Karena itu rumuskan atau kata-kan tujuan setiap pekerjaan/tugas dengan jelas agar orang-orang yang akan mengerjakan menge-tahui dengan baik. Dan ini akan memotivasi me-reka untuk bekerja mencapai tujuan itu, meskipun mereka tidak terlibat dalam penentuan tujuannya.

Sumber-sumber kepuasan kerja antara lain :
• Mengetahui dirinya telah berhasil dalam kerjanya;
• Merasa senang telah dapat menggunakan pengetahuan/keterampilannya;
• Mendapatkan pengembangan keterampilan pribadi secara mental dan fisik;
• Kegiatan itu sendiri;
• Perkawanan dan kebersamaan;
• Kesempatan mempengaruhi orang lain;
• Penghargaan (respect) dari orang lain;
• Waktu untuk bepergian dan liburan;
• Keamanan dalam penghasilan dan kedudukan;

Ketidak puasan kerja berakibat menurunnya motivasi kerja. Sumber-sumber ketidakpuasan antara lain : kebosanan, penugasan yang tidak sesuai, adanya gangguan-gangguan selama kerja, kekurangan fasilitas kerja, insentif (gaji, bonus, dll) tidak sesuai dengan beban kerja, dan yang paling sering terjadi adalah insentif yang sama/hampir sama tapi beban kerja berbeda.

Pada dasarnya manusia menyenangi perlakuan yang adil, sehingga akan termotivasi dengan baik bila diperlakukan dengan adil. Nilai keadilan merupakan perbandingan antara hasil yang diterima diri sendiri (upaya yang dilakukan sendiri) dengan hasil yang diterima orang lain (upaya orang lain) sehingga berpengaruh terhadap motivasi dalam mengubah upaya, mengubah hasil, meninggalkan situasi dan mengubah pembanding.

Sumber :
1. www.eng.unri.ac.id
2. www.dhimaskasep.files.wordpress.com


Tono
Samarinda, 8-6-2009

Selengkapnya...